Selamat Datang di NURSE ZONE Semoga Anda memperoleh apa yang diinginkan. Terima kasih atas kunjungan Anda

Google

Penilaian GCS

>> Wednesday, October 14, 2009

Oleh : Muhammad Badrushshalih

GCS (Glasgow Coma Scale) merupakan suatu skala yang digunakan untuk menilai tingkat kesadaran pasien dengan menilai respon pasien terhadap rangsangan yang diberikan. Rangsangan yang diberikan berbagai hal dengan memperhatikan 3 reaksi yang terdiri dari reaksi membuka mata (Eye (E)), respon verbal (V) bicara dan gerakan motorik.

Eye (respon membuka mata) :
Respon membuka mata ini merupakan respon awal ketika kita bertemu dengan klien. Respon yang diharapkan ada pada pasien ialah bagaimana reflek membuka mata klien. Apakah ia akan spontan membuka mata tanpa harus dipanggil namanya, disentuh atau diberikan cubitan. Untuk nilai dari respon ini kita nilai (4) atau respon spontan. Apabila mata terbuka dengan rangsang suara, seperti kita memanggil nama klien, maka kita kasih nilai respon E nilai (3). Apabila klien dapat membuka mata ketika kita beri rangsang nyeri, (misalkan dengan menekan kuku jari) maka nilai E klien (2). Ketika tidak ada respon sama sekali, maka kita beri nilai E (1), tidak ada respon.

Verbal (respon verbal)
Setelah reflek membuka mata kita kaji, maka penilaian selanjutnya ialah bagaimana kita menilai respon verbal klien. Ketika klien dapat mengetahui dimana dia berada, siapa dirinya, kjalimat yang diucapkan baik, orientasi baik, maka kita nilai respon verbal dengan angka (5) . Apabila klien bingung, berbicara mengacau (sering bertanya berulang-ulang) disorientasi tempat dan waktu, maka nilai respon verbal kita beri nilai (4) . Untuk nilai (3) kita beri ketika klien berbicara tidak jelas (tapi kata-kata masih jelas, namun tidak dalam satu kalimat) dan hanya mengungkapkan kata singkat seperti “aduh…, bapak…”. Apabila klien lebih banyak mengerang atau mengeluarkan suara tanpa arti, maka kita nilai respon verbal klien (2). Ketika masih saja tidak ada respon, maka kita beri nilai verbal klien 1.

Motor (respon motorik)

Respon motorik ini harap dibedakan dengan penilaian kekuatan otot ya. Pemeriksaan ini kembali lagi saya ingatkan hanya digunakan untuk mengetahui tingkat kesadaran klien dengan memantau respon motorik klien. Ketika klien diperintahkan untuk melakukan apa yang kita inginkan, seperti memintanya untuk mengangkat tangan, atau ketika kita datang kemudian kita memberikan tangan kita untuk berjabat tangan dengnnya. Kita bisa melihat adakah atau tidak respon klien untuk melakukan hal tersebut (menjabat tangan kita). Apabila ada atau mengikuti perintah yang kita berikan, maka kita nilai respon motorik klien (6).
Kita bisa memberikan sebuah stimulus berupa rangsangan nyeri. Ketika klien mampu untuk melokalisir nyeri dengan cara menjauhkan stimulus saat diberi rangsang nyeri, maka kita memberikan nilai (5) . Apabila klien menghindar/menarik extremitas atau tubuh yang diberikan stimulus dengan menjauhi stimulus saat diberi rangsang nyeri) kita dapat memberi nilai M (4).
Untuk pemberian nilai M (3), kita dapat melihatnya ketika klien menghindar/menarik extremitas atau tubuh menjauhi stimulus saat diberi rangsang nyeri dengan adanya respon flexi abnormal (tangan satu atau keduanya posisi kaku di atas dada & kaki extensi saat diberi rangsang nyeri). sedangkan untuk memberikan nilai M (2) didapakan respon klien berupa adanya extensi abnormal (tangan satu atau keduanya extensi di sisi tubuh, dengan jari mengepal & kaki extensi saat diberi rangsang nyeri). Ketika klien tidak ada respon, maka kita nilai M (1).

Penilaian GCS
1. Hasil pemeriksaan kesadaran berdasarkan GCS disajikan dalam simbol E…M…V…
2. Selanjutnya nilai-nilai dijumlahkan. Nilai GCS yang tertinggi adalah 15 yaitu E4M6V5 dan terendah adalah 3 yaitu E1M1V1.
3. Menilai status kesadaran klien
GCS : 14 – 15 = CKR (cidera kepala ringan)
GCS : 9 – 13 = CKS (cidera kepala sedang)
GCS : 3 – 8 = CKB (cidera kepala berat)
< 3 = koma

Read more...

Tuan Rumah Puskomda Purwokerto 2008-2010

>> Sunday, August 02, 2009

Oleh : Muhammad Badrushshalih

Tegal. Akhir tahun nampaknya menciptakan semangat baru bagi Pusat Komunikasi Daerah (Puskomda) Purwokerto yang baru dua hari lalu (29 Desember 2008) kembali diserahkan kepada Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto sebagai pusatnya. Di acara Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Daerah (FSDa) yang dilaksanakan di Universitas Pancasakti Tegal selama 27-29 Desember 2008 dihadirkan oleh perwakilan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) zona Puskomda Purwokerto yang meliputi wilayah Brebes, Tegal, Pemalang, Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kebumen dan Purworejo. Lingkup kerja terkait center informasi, sinerisasi dan akselerasi dakwah kampus. Alamat Kersekretariat bersama [Gedung PKM] Jl. Dr. Soeparno depan Fakultas Peternakan Karangwangkal Purwokerto Utara]. Adapun tempat pelaksanaan FSDa 2010 adalah STIT Pemalang.

Read more...

Cara Menghitung Usia Kehamilan

>> Wednesday, July 29, 2009

Oleh : Muhammad Badrushshalih

Menanti buah hati adalah sesuatu yang didambakan setiap pasangan. Namun, kebanyakan juga dari mereka merasa cemas menunggu hari lahirnya. Sebuah artikel yang bagus untuk dijadikan referensi untuk menghitu hari lahir secara otomatis blog Marewa. Semoga bermanfaat dan menghilangkan sedikit kecemasan menanti sang buah hati.

Read more...

Raih IPK Terbaik

Oleh : Muhammad Badrushshalih

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Anda kurang memuskan????Hmmmmmm......mmmmmmm Tentunya Anda harus introspeksi apakah sistem belajar Anda benar (sesuai dengan besarnya harapan Anda) atau belajar hanya sekedar mencapai IPK tersebut??Wah..ini yang harus menjadi perhatian juga untuk semua mahasiswa dalam merubah sistem belajarnya. Anda yang terbiasa belajar dengan sistem kebut sedetik (SKS), Anda bisa beralih kebiasaan dengan nyicil belajar Anda dengan sistem sewajarnya yang sudah sering digencar-gencarkan oleh guru-guru kita semenjak SD. "Sesampainya dirumah, jangan lupa buat PR (Pekerjaan Rumah) ya..!!!

Mungkin karena mahasiswa, sudah jarang Anda yang memperhatikan pesan tersebut. Kita lebih suka untuk berkumpul dengan teman sekosan atau ngegame bareng teman-teman satu organisasi ataupun Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Ini bukan sesuatu yang salah, akan tetapi, perlu diingat juga, kita harus belajar cerdas untuk merencanakan perkuliahan kita. Mau lulus berapa tahun??Nilai IPK yang diraih???dan semua prestasi yang akan dicapai selama menjadi mahasiswa..

Nah lho..banyak juga kan PRmu setelah menjadi mahasiswa??Jangan takut, ini ada sebuah karyaku yang coba dishare sama temen-temen yang super sibuk sampai perkuliahan lupa untuk diperhatikan. Ini tulisanku yang coba dibuat untuk mengatur mata kuliah (Istilahku Kertas Rencana Studi (KRS)), dan juga harapan IPK yang akan diraih selama menjadi mahasiswa. Bisa digunakan bagi semua mahasiswa di perguruan tinggi, bak D1, D2, D3, D4, S1, S2, S3pun dipersilahkan untuk download. GRATIS!!!Tanpa dipungut biaya sepersenpun...

download KRS

Read more...

Ma'annajah

>> Sunday, May 31, 2009

Kemarin ada temen nanyain arti 'ma 'annajah imtihan,ibda'bi bismillah'. Saya yang memang belum ngaji bahasa Arab mandan bingung. Alternatify, ya.. konsul via SMS sma ustadz deh. Dapet balesan dari Ustadz Sunhadi pagi harinys. 'Semoga sukses ujiannya, mulai dengan bismillah'. Gimana perasaan yang ujian ya, kalo yang dikasih tuh tulisan. Jangan-jangan bukannya belajar, eh..malah nyari arti tuh kalimat (karena penasarannya).

Read more...

  © Blogger templates Sunset by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP