Showing posts with label Farmakologi. Show all posts
Showing posts with label Farmakologi. Show all posts

Tuesday, January 11, 2011

Captopril

Indikasi:
Untuk hipertensi berat hingga sedang, kombinasi dengan tiazida memberikan efek aditif, sedangkan kombinasi dengan beta bloker memberikan efek yang kurang aditif. Untuk gagal jantung yang tidak cukup responsif atau tidak dapat dikontrol dengan diuretik dan digitalis, dalam hal ini pemberian kaptopril diberikan bersama diuretik dan digitalis.

Kontra Indikasi:
Penderita yang hipersensitif terhadap kaptopril atau penghambat ACE lainnya (misalnya pasien mengalami angioedema selama pengobatan dengan penghambat ACE lainnya).

Komposisi: 
Setiap tablet mengandung kaptopril 12,5 mg. 
Setiap tablet mengandung kaptopril 25 mg. 
Setiap tablet mengandung kaptopril 50 mg. 

Cara Kerja Obat: 
Kaptopril merupakan obat antihipertensi dan efekif dalam penanganan gagal jantung dengan cara supresi sistem renin angiotensin aldosteron. Renin adalah enzim yang dihasilkan ginjal dan bekerja pada globulin plasma untuk memproduksi 
angiotensin I yang besifat inaktif. "Angiotensin Converting Enzyme" (ACE), akan merubah angiotensin I menjadi angiotensin Il yang besifat aktif dan merupakan vasokonstriktor endogen serta dapat menstimulasi sintesa dan sekresi aldosteron dalam korteks adrenal. 
Peningkatan sekresi aldosteron akan mengakibatkan ginjal meretensi natrium dan cairan, serta meretensi kalium. Dalam kerjanya, kaptopril akan menghambat kerja ACE, akibatnya pembentukan angiotensin ll terhambat, timbul vasodilatasi, penurunan sekresi aldosteron sehingga ginjal 
mensekresi natrium dan cairan serta mensekresi kalium. Keadaan ini akan menyebabkan penurunan tekanan darah dan mengurangi beban jantung, baik 'afterload' maupun 'pre-load', sehingga terjadi peningkatan kerja jantung. Vasodilatasi yang timbul tidak menimbulkan reflek takikardia. 

Dosis: 
Kaptopril harus diberikan 1 jam sebelum makan, dosisnya sangat tergantung dari kebutuhan penderita (individual). 
Dewasa: 
Hipertensi, dosis awal: 12,5 mg tiga kali sehari. 
Bila setelah 2 minggu, penurunan tekanan darah masih belum memuaskan maka dosis dapat ditingkatkan menjadi 25 mg tiga kali sehari. Bila setelah 2 minggu lagi, tekanan darah masih belum terkontrol sebaiknya ditambahkan obat diuretik golongan tiazida misal hidroklorotiazida 25 mg setiap hari. 
Dosis diuretik mungkin dapat ditingkatkan pada interval satu sampai dua minggu. Maksimum dosis kaptopril untuk hipertensi sehari tidak boleh lebih dari 450 mg. 
Gagal jantung 12,5- 25 mg tiga kali sehari; diberikan bersama diuretik dan digitalis, dari awal terapi harus dilakukan pengawasan medik secara ketat. Untuk penderita dengan gangguan fungsi ginjal dsiis perlu dikurangi disesuaikan dengan klirens kreatinin penderita. 

Peringatan dan Perhatian: 
Keamanan penggunaan pada wanita hamil belum terbukti, bila terjadi kehamilan selama pemakaian obat ini, maka pemberian obat harus dihentikan dengan segera. 
Harus diberikan dengan hati-hati pada wanita menyusui, pemberian ASI perlu dihentikan karena ditemukan kadar dalam ASI lebih tinggi daripada kadar dalam darah ibu. 
Pemberian pada anak-anak masih belum diketahui keamanannya, sehingga obat ini hanya diberikan bila tidak ada obat lain yang efektif. 
Pemakaian pada lanjut usia harus hati-hati karena sensitivitasnya terhadap efek hipotensif. 
Hati-hati pemberian pada penderita penyakit ginjal. 
Pengobatan agar dihentikan bila terjadi gejala-gejala angiodema seperti bengkak mulut, mata, bibir, lidah, laring juga sukar menelan, sukar bernafas dan serak. 
Konsultasikan ke dokter bila menggunakan suplemen potassium, potassium sparing diuretic dan garam-garam polassium. 
Pemakaian obat penghambat ACE pada kehamilan dapat menyebabkan gangguan/kelainan organ pada fetus atau neonatus, bahkan dapat menyebabkan kematian fetus atau neonatus. 
Pada kehamilan trimester ll dan lll dapat menimbulkan gangguan antara lain: hipotensi, hipoplasiatengkorak neonatus, anuria, gagal ginjal reversible atau irreversible dan kematian. 
Juga dapat terjadi oligohidramnios, deformasi kraniofasial, perkembangan paru hipoplasi, kelahiran prematur, perkembangan retardasi-intrauteri, paten duktus arteriosus. 
Bayi dengan riwayat di mana selama di dalam kandungan ibunya mendapat pengobatan penghambat ACE, harus diobservasi intensif tentang kemungkinan terjadinya hipotensi, oligouria dan hiperkalemia. 

Efek Samping: 
Kaptopril menimbulkan proteinuria lebih dari 1 g sehari pada 0,5% penderita dan pada 1,2% penderita dengan penyakit ginjal. Dapat tejadi sindroma nefrotik serta membran glomerulopati pada penderita hipertensi. Karena proteinuria umumnya terjadi dalam waktu 8 bulan pengobatan maka penderita sebaiknya melakukan pemeriksaan protein urin sebelum dan setiap bulan selama 8 bulan pertama 
pengobatan. 
Neutropenia/agranulositosis terjadi kira-kira 0,4 % penderita. Efek samping ini terutama terjadi pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal. Neutropenia ini muncul dalam 1 - 3 bulan pengobatan, pengobatan agar dihentkan sebelum penderita terkena penyakit infeksi. Pada penderita dengan resiko tinggi harus dilakukan hitung leukosit sebelum pengobatan, setiap 2 minggu selama 3 bulan pertama pengobatan dan secara periodik. Pada penderita yang mengalami tanda-tanda infeksi akut (demam, faringitis) pemberian kaptopril harus segera dihentikan karena merupakan petunjuk adanya neutropenia. 
Hipotensi dapat terjadi 1 - 1,5 jam setelah dosis pertama dan beberapa dosis berikutnya, tapi biasanya tidak menimbulkan gejala atau hanya menimbulkan rasa pusing yang ringan. Tetapi bila mengalami kehilangan cairan, misalnya akibat pemberian diuretik, diet rendah garam, dialisis, muntah, diare, dehidrasi maka hipotensi tersebut menjadi lebih berat. Maka pengobatan dengan kaptopril perlu dilakukan pengawasan medik yang ketat, terutama pada penderita gagal jantung yang umumnya mempunyai tensi yang nomal atau rendah. Hipotensi berat dapat diatasi dengan infus garam faal atau dengan menurunkan dosis kaptopril atau diuretiknya. 
Sering terjadi ruam dan pruritus, kadang-kadang terjadi demam dan eosinofilia. Efek tersebut biasanya ringan dan menghilang beberapa hari setelah dosis diturunkan. 
Teriadi perubahan rasa (taste alteration), yang biasanya terjadi dalam 3 bulan pertama dan menghilang meskipun obat diteruskan. 
Retensi kalium ringan sering terjadi, terutama pada penderita gangguan ginjal, sehingga perlu diuretik yang meretensi kalium seperti amilorida dan pemberiannya harus dilakukan dengan hati-hati. 

Interaksi Obat: 
Alkohot. 
Obat anti inflamasi terutama indometasin. 
Suplemen potassium atau obat yang mengandung potassium. 
Obat-obat berefek hipotensi. 

Cara penyimpanan: 
Simpan di tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya. 


Kemasan dan Nomor Registrasi: 
Captopril 12,5 mg tablet, kotak 10 strip @ 10 tablet 
No.Reg. GKL9720916010C1 
Captopril 25 mg tablet, kotak 10 strip @ 10 tablet 
No.Reg. GKL9320916 010 A1 
Captopril 50 mg tablet, kotak 10 strip @ 10 tablet 
No.Reg. GKL93209160108 


HARUS DENGAN RESEP DOKTER


Jenis: Tablet
Produsen: PT Indofarma

READ MORE - Captopril

Thursday, January 06, 2011

Paracetamol 500 mg


Paracetamol 500 mg
Deskripsi
Parasetamol adalah derivat p-aminofenol yang mempunyai sifat antipiretik / analgesik.
Sifat antipiretik disebabkan oleh gugus aminobenzen dan mekanismenya diduga berdasarkan efek sentral.
Sifat analgesik Parasetamol dapat menghilangkan rasa nyeri ringan sampai sedang. Sifat antiinflamasinya sangat lemah sehingga tidak digunakan sebagai antirematik. Pada penggunaan per oral Parasetamol diserap dengan cepat melalui saluran cerna.
Kadar maksimum dalam plasma dicapai dalam waktu 30 menit sampai 60 menit setelah pemberian. Parasetamol diekskresikan melalui ginjal, kurang dari 5% tanpa mengalami perubahan dan sebagian besar dalam bentuk terkonyugasi.

Komposisi:
Tiap tablet mengandung Parasetamol 500 mg.

Indikasi:
Sebagai antipiretik/analgesik, termasuk bagi pasien yang tidak tahan asetosal. Sebagai analgesik, misalnya untuk mengurangi rasa nyeri pada sakit kepala, sakit gigi, sakit waktu haid dan sakit pada otot. Serta menurunkan demam pada influenza dan setelah vaksinasi.

Dosis:
Dibawah 1 tahun:
�� – 1 sendok teh atau 60 – 120 mg, tiap 4 – 6 jam.
1 – 5 tahun:
1 – 2 sendok teh atau 120 – 250 mg, tiap 4 – 6 jam.
6 – 12 tahun:
2 – 4 sendok teh atau 250 – 500 mg, tiap 4 – 6 jam.

Diatas 12 tahun:
� – 1 g tiap 4 jam, maksimum 4 g sehari.

Kemasan:
Ktk 100

No. Registrasi:
GBL7820901710A1


Produksi:
PT Indofarma TBK:

READ MORE - Paracetamol 500 mg

Cefadroxil 500 mg

Cefadroxil 500 mg
Indikasi
Cefadroxil diindikasikan untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme yang sensitif seperti:
- Infeksi saluran pernafasan : tonsillitis, faringitis, pneumonia, otitis media.
- Infeksi kulit dan jaringan lunak.
- Infeksi saluran kemih dan kelamin.
- Infeksi lain: osteomielitis dan septisemia.

Kontra Indikasi:
Penderita yang hipersensitif terhadap sefalosporin.

Komposisi: 
Cefadroxil 500, tiap kapsul mengandung cefadroxil monohydrate setara dengan cefadroxil 500 mg.

Cara Kerja: 
Cefadroxil adalah antibiotika semisintetik golongan sefalosforin untuk pemakaian oral.
Cefadroxil bersifat bakterisid dengan jalan menghambat sintesa dinding sel bakteri. Cefadroxil aktif terhadap Streptococcus beta-hemolytic, Staphylococcus aureus (termasuk penghasil enzim penisilinase), Streptococcus pneumoniae, Escherichia coli, Proteus mirabilis, Klebsiella sp, Moraxella catarrhalis.

Dosis: 
Dewasa: 
Infeksi saluran kemih:
Infeksi saluran kemih bagian bawah, seperti sistitis : 1 – 2 g sehari dalam dosis tunggal atau dua dosis terbagi, infeksi saluran kemih lainnya 2 g sehari dalam dosis terbagi.
Infeksi kulit dan jaringan lunak: 1 g sehari dalam dosis tunggal atau dua dosis terbagi.
Infeksi saluran pernafasan:
Infeksi ringan, dosis lazim 1 gram sehari dalam dua dosis terbagi.
Infeksi sedang sampai berat, 1 – 2 gram sehari dalam dua dosis terbagi. Untuk faringitis dan tonsilitis yang disebabkan oleh Streptococcus beta-hemolytic : 1 g sehari dalam dosis tunggal atau dua dosis terbagi, pengobatan diberikan minimal selama 10 hari.

Anak-anak: 
Infeksi saluran kemih, infeksi kulit dan jaringan lunak : 25 – 50 mg/kg BB sehari dalam dua dosis terbagi.
Faringitis, tonsilitis, impetigo : 25 – 50 mg/kg BB dalam dosis tunggal atau dua dosis terbagi. Untuk infeksi yang disebabkan Streptococcus beta-hemolytic, pengobatan diberikan minimal selama 10 hari.

Efek Samping: 
Gangguan saluran pencernaan, seperti mual, muntah, diare, dan gejala kolitis pseudomembran.
Reaksi hipersensitif, seperti ruam kulit, gatal-gatal dan reaksi anafilaksis.
Efek samping lain seperti vaginitis, neutropenia dan peningkatan transaminase.

Interaksi Obat: 
Obat-obat yang bersifat nefrotoksik dapat meningkatkan toksisitas sefalosporin terhadap ginjal.
Probenesid menghambat sekresi sefalosporin sehingga memperpanjang dan meningkatkan konsentrasi obat dalam tubuh.
Alkohol dapat mengakibatkan Disulfiram-like reactions, jika diberikan 48 – 72 jam setelah pemberian sefalosporin.

Cara Rekonstitusi Suspensi: 
Tambahkan 45 ml air minum, kocok sampai suspensi homogen.
Setelah 7 hari suspensi yang sudah direkonstitusi tidak boleh digunakan lagi.

Cara Penyimpanan: 
Simpan dalam wadah tertutup rapat pada suhu kamar (15 - 30ºC).

Kemasan: Kotak 5 strip @ 10 kapsul
Jenis: Kapsul
Produsen: PT Indofarma:

sumber : decha care
READ MORE - Cefadroxil 500 mg

Tuesday, December 14, 2010

Cernevit ® [Vial]


Lihat terkait Cernevit botol informasi
Isi
Vit A 3.500 iu, vit D 3 iu, vit E 11,2 iu, vit 200 C 125 mg, vit B 1 mg, vit 3,51 B 2 4.14 mg, vit B 3 mg, vit B 46 5 17,25 mg, vit B 6 4,53 mg , vit B 12 6 ug, folat 414 mcg asam, biotin 69 mcg, asam 17,25 mg pantotenat, nicotinamide 46 mcg, glisin 250 mg, glycocol ic 140 mg asam, lesitin kedelai 112,5 mg
Indikasi
Harian multivit suplemen untuk pasien tentang nutrisi parenteral. situasi lain dimana administrasi melalui rute IV diperlukan.
Dosis
Dewasa & anak> 11 tahun 1 botol setiap hari.
Kontraindikasi
Hypervitaminosis.
Interaksi Obat
Fenitoin, phenobarb, levodopa.
MIMS Kelas
Vitamin & / atau Mineral
ATC Klasifikasi
A11BA - Multivitamin, polos; Digunakan sebagai suplemen makanan.
Obat Klasifikasi
G
Produsen:Kalbe Farma
Sumber : MIMS
READ MORE - Cernevit ® [Vial]

Kalbamin ® [infus ]



Isi
Asam amino (esensial & non-essential)
Indikasi
Pasien yang membutuhkan nutrisi parenteral karena malnutrisi, trauma atau cedera, hypoproteinemia.
Dosis
Dosis didasarkan pada kebutuhan metabolik, pengeluaran energi dan status klinis pasien. Biasa Dosis harian: 1 asam amino g / kg berat badan / IV lambat hari.
Kontra indikasi
Metabolisme asam amino abnormal, koma hati atau risiko koma hati, gangguan ginjal berat atau azotemia dalam ketiadaan hemodialisis.
Peringatan Khusus
Hiponatremia, asidosis berat, CHF. Bayi & anak.
Reaksi Obat
Reaksi hipersensitivitas, mual, muntah, dada tidak nyaman, jantung berdebar, peningkatan kadar enzim hati, peningkatan BUN, asidosis, demam, sakit kepala.

MIMS Kelas
Produk nutrisi parenteral
ATC Klasifikasi
B05BA01 - Asam amino, Milik kelas solusi untuk nutrisi parenteral yang digunakan dalam solusi IV.
Obat Klasifikasi
G
Presentasi / Packing 
BentukPacking / HargaFoto
Kalbamin ASKES infus
Kalbamin 10% x 500 mL x 1's (Rp47500)
Kalbamin 10% x 10's (Rp720500)
Kalbamin infus
Kalbamin 10% x 500 mL x 1's (Rp72050)
Kalbamin 10% x 10's (Rp720500)
Produsen:Kalbe Farma    Sumber : MIMS 

READ MORE - Kalbamin ® [infus ]

Cari dalam Blog ini

Artikel Terbaru

Belajar Islam Online

  © Free Blogger Templates Columnus by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP